Selasa, 03 Mei 2011

Osama Bin Laden Diyakini Sudah Meninggal



Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mengatakan, Senin (27/4), badan intelijen Pakistan yakin Pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden telah meninggal dunia, tapi mereka mengakui mereka tidak memiliki bukti.
“Orang Amerika mengatakan kepada saya mereka tidak tahu dan mereka jauh lebih diperlengkapi ketimbang kami untuk melacaknya. Dan dinas intelijen kami sendiri tak pelak lagi berpikir bahwa ia telah tidak ada lagi, bahwa ia telah meninggal,” Zardari mengatakan kepada wartawan dan dilansir AFP.
“Namun tidak ada bukti, Anda tidak dapat menerima hal itu sebagai fakta,” katanya. “Kita ada di antara fakta dan fiksi.”
Zardari menanggapi laporan bahwa Taliban Pakistan di lembah Swat mengatakan mereka akan menyambut baik Osama bin Laden jika ia ingin mengunjungi bekas tempat peristirahatan di bukit Pakistan yang sekarang di tangan kelompok Islamis itu. “Masalahnya apakah ia masih hidup atau telah meninggal. Tidak ada jejaknya,” kata presiden itu.
Di Washington, juru bicara Deplu AS, Robert Wood, mengindikasikan bahwa AS masih akan mencari Osama bin Laden berdasarkan perkiraan ia masih hidup. “Saya tidak memiliki informasi bahwa Osama bin Laden sesungguhnya sudah meninggal atau masih hidup,” kata Wood kepada wartawan ketika ditanya mengenai pernyataan Zardari. “Kami tidak tahu. Kami akan terus mengejar Osama bin Laden hingga kami dapat menangkapnya atau membawa keadilan kepadanya,” ujarnya.
Sumber: Kompas.com

Minggu, 01 Mei 2011

Lirik Lagu Smash - Senyum dan Semangat

Sempet ngerasa sedih karna sering di bully
Lelah jadinya malu karna dicibir mulu
Bukannya ku tak mendengar kata-kata yang kasar
Bukannya ku tak peduli semua caci dan maki

Reff
Senyumanku tak akan pernah luntur lagi singing all day long
Semangatku tak akan pernah patah lagi dancing all nigth long

Ga ada lagi keki
Ada kamu di hati
Hidup cuma sekali Marilah kita happy
Awalnya ku tak menyangka dapatkan senyum darimu
Akhirnya ku bahagia menari kita bersama

Senyumanku tak akan pernah luntur lagi singing all day long
Semangatku tak akan pernah patah lagi dancing all nigth long

Tak peduli ku di bully omongan lo gw beli
Cacian lo gw cuci dengan senyuman prestasi
Tak pernah ku malu karna cibiranmu
Ku jadikan motivasi untuk maju

Ciuman Pertama William-Kate di Buckhingham

Ciuman Pertama William-Kate di Buckhingham
Dua kali mereka berciuman singkat, yang disambut histeria ribuan rakyat Inggris.
 
Jum'at, 29 April 2011, 19:46 WIB
Mutia Nugraheni
VIVAnews - Ribuan rakyat Inggris tampak memadati area sekitar Istana Buckhingham. Mereka tak sabar melihat pasangan pengantin baru, Pangeran William dan Kate Middleton, tampil di atas balkon.

Itu merupakan momen, Pangeran William dan Kate, serta seluruh keluarga kerajaan tampil di depan rakyat Inggris. Mereka berbagi kebahagiaan pernikahan dengan kerumunan masyarakat Inggris serta media massa.

Dari atas balkon, Kate dan William terlihat mesra. Mereka melambaikan tangan dan melemparkan senyum terus-menerus. Pada momen ini pertama kalinya Pangeran William dan Kate Middleton berciuman di balkon Istana Buckhingam. Dua kali mereka berciuman singkat, yang disambut histeria ribuan rakyat Inggris.

Dengan tetap berdiri di atas balkon, keluarga kerajaan dan rakyat Inggris juga menyaksikan atraksi yang dipersembahkan khusus oleh Angkatan Udara Kerajaan Inggris. Setelah itu mereka masuk lagi ke dalam Istana untuk menghadiri jamuan Ratu.

Acara akan dilanjutkan dengan makan malam pribadi di Istana dan Pangeran Charles menjadi sang tuan rumah. Acara ini bersifat terbatas, hanya diperuntukkan bagi keluarga serta teman dekat William dan Kate.

The Duke and Duchess of Cambridge leave Buckingham Palace for Clarence House

The Duke and Duchess of Cambridge leave Buckingham Palace for Clarence House. 
The Duke is driving an Aston Martin DB6.  The convertible Aston Martin Volante DB6 MKII in Seychelles blue is owned by his father HRH The Prince of Wales. The Prince has owned the car since 1969.
In June 2008, at the specific request of The Prince of Wales, who is keen that his cars should be run on sustainable fuel, the Aston Martin was converted to run on E85 bioethanol, made from English wine wastage.

The car is accompanied by a Search and Rescue helicopter in a special fly past.  The Duke of Cambridge is a serving Search and Rescue pilot, based in Anglesey, Wales.

The aircraft and crew are normally based at RAF Wattisham in Suffolk and it was flown by members of ‘B’ Flight 22 Squadron which is the same squadron The Duke is a member of.

The details of the crew are:-

Captain

Squadron Leader Holly Steel was born in Hamilton, New Zealand, in 1978.  She moved to England 1987 with her family but is proud to be from the Colonies and considers herself a Kiwi.  She is currently the Flight Commander of ‘B’Flight.

Co-Pilot

Flight Lieutenant Lee Turner was born in Weymouth, Dorset, in 1979.  He joined the Royal Air Force in Feb 1999 after successful completion of sixth form and flying scholarships. Flt Lt Turner was awarded the Air Force Cross in March 2009 for his role as captain in the recovery of crew members from the stricken ferry ‘Riverdance’ off the coast of Blackpool.  Flt Lt Turner was Prince William’s Flight Commander of during his Search And Rescue training at RAF Valley and flew with him many times as one of his principle instructors.

Radar Operator

Master Aircrew (MAcr) John Caseley was born in Altrincham, Greater Manchester, in 1969 and joined the Royal Air Force as an Air Loadmaster in Feb 1988.  His first 2 tours were as a Support Helicopter Crewman on 33 Squadron at RAF Odiham, flying on the Puma HC Mk l.  During his time on the Puma MAcr John Caseley saw service in Norway, Belize, Turkey, Denmark, Mexico and Germany.  In 1995 he was selected for training as a SAR Winchman. In 2009 MAcr John Caseley changed roles and qualified as a SAR Radar and Winch Operator before being posted back to B Flight 22 Squadron, again as Rearcrew Leader, where he has served to the present day.

Winchman

Sergeant Lee Clark was born in Wrexham, North Wales, in 1969. He joined the Royal Air Force on the 8 July 1986, aged 16. He spent 12 years as a Mechanical Transport Driver completing several tours in the UK and 2 tours in Germany. He remustered to Airman Aircrew in 1998 and has deployed to Kosovo, Afghanistan and completed several tours in the Falkland Island

Bondan Prakoso Dilaporkan ke Polisi

Bondan dituding melontarkan kata-kata kasar usai menggelar konser di sebuah pub di Bali.
 
Minggu, 1 Mei 2011, 17:11 WIB
Pipiet Tri Noorastuti
Bondan Prakoso (Antara/ Wildan Anjarbakti)
VIVAnews – Twitter-mu adalah harimaumu. Ungkapan itu mungkin tepat bagi penyanyi Bondan Prakoso yang dilaporkan ke polisi atas tuduhan melakukan penghinaan melalui akun Twitter miliknya.

Bondan dilaporkan ke Kepolisian Resor Kota Denpasar oleh pemilik Akasaka Bar dan Music Pub, Jerry Filmon. Dalam laporan bernomor LP/482/IV/2011 tertanggal 29 April 2011, Bondan dituding melontarkan kata-kata kasar usai pentas di Akasaka, Jalan Teuku Umar, Denpasar, Bali.

Dalam akun @BondanF2B tertulis, “Security = Secure = membuat nyaman = membuat Aman, Security Bali Aka Saka = Tidak Sopan = Berlebihan = Tidak menghargai Tamu!”. Itu yang dijadikan dasar laporan.

Kuasa hukum Akasaka, Anak Agung Ngurah Alit Wirakesuma, membenarkan kasus itu. Ia mengatakan, kasus bermula dari keributan yang melibatkan Bondan di tempat hiburan itu pada Jumat malam, 29 April, usai konser Bondan dan bandnya, 'Fade 2 Black'.

“Selesai konser, Bondan Prakoso ngamuk dengan mengeluarkan kata-kata kasar seperti f**k dan a***ng. Saya tidak tahu kata-kata itu diperuntukkan kepada siapa, yang jelas dengan keluarnya kata-kata itu pihak Akasaka yakni, Jerry Filmon, melaporkan kasus ini ke Polresta Denpasar, “ ujarnya, Minggu, 1 Mei 2011.

Ditanya tentang perkembangan kasus ini, Ngurah Alit menuturkan, saat ini prosesnya sampai pada pemeriksaan saksi-saksi. "Yang pasti, Bondan mengamuk dalam keadaan mabuk atau tidak, itu wewenang penyidik menyimpulkan. Kita tunggu hasil pemeriksaan penyidik. Saat ini saya belum berani berkomentar lebih jauh,” ujarnya.

Laporan: Bobby Andalan| Bali
• VIVAnews